Monday, September 24, 2018

Cara Setting Ip secara DHCP (Otomatis) di Cisco


Cara Setting Ip secara DHCP (Otomatis)

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol berbasis client server dimana protokol tersebut digunakan untuk memudahkan pengalokasian atau pembagian alamat ip pada suatu jaringan. Jaringan yang tidak menggunakan DHCP harus melakukan konfigurasi ip secara manual, sehingga akan memakan waktu yang lama dan konfigurasi tersebut. Jika menggunakan DHCP maka semua komputer yang terhubung ke jaringan lokal akan secara otomatis mendapatkan alamat ip secara otomatis dari DHCP Server. Parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti network ID, default gateway dan DNS server.

Aplikasi yang digunakan : Cisco Packet Tracer

Langkah-Langkah Pengaturan DHCP :
Sebelum melakukan konfigurasi dhcp, kita harus mempunyai bahan ip address yang telah di subnet.

Ip : 192.168.10.0/24
Ruang A : 100 pc
Ruang B : 50 pc
Ruang C : 38 PC
Sehingga didapatkan hasil subnetting seperti berikut : 

Ruang A
Subnet Mask
Network ID
Ip Valid Pertama
Ip Valid Terakhir
Broadcast
255.255.255.128
192.168.10.0
192.168.10.1
192.168.10.126
192.168.10.127
Ruang B
255.255.255.192
192.168.10.128
192.168.10.129
192.168.10.190
192.168.10.191
Ruang C
255.255.255.192
192.168.10.192
192.168.10.193
192.168.10.254
192.168.10.255

Membuat rangkaian network 3 ruangan di cisco packet tracer. 

1. Buat router PT-Empty.
router PT-Empty digunakan ketika akan menginputkan jumlah dan jenis port sesuai dengan yang kita inginkan.
Router-PT mempunyai jumlah dan jenis port sesuai bawaan aplikasi cisco pasket tracer.


  2. Klik pada router kemudia tekan tombol power untuk mematikan daya dari router.




   3. Tekan PT-ROUTER-NM-1CFE (Fast Ethernet), kemudian drag kedalam port yang masih kosong. Terdapat 3 port pada router karena pada rangkaian ini digunakan 3 ruang, dimana setiap ruang menggunakan 1 port router. Hidupkan kembali router.


    4. Buat rangkaian Swich, Swich digunakan sebagai penghubung antara router dengan komputer. 1 swich dapat memuat banyak komputer pada setiap ruangan.


     5.  Buat Swich seperti rangkaian berikut.

     6.Membuat rangkain komputer.


      7.Atur router, switch dan pc menjadi seperti rangkain berikut ini :

    8. Menyambung setiap rangkaian menggunakan kabel otomatis,  Kabel tersebut digunakan memilih tipe yang cocok digunakan untuk masing-masing port secara otomatis.

    9.  Lakukan pengkabelan mulai dari router ke swich, kemudian dari switch ke komputer secara berurutan.
Yang perlu di perhatikan :
Fa0/0 (FastEthernet 0/0) adalah port untuk ruang A.
Fa1/0 (FastEthernet 1/0) adalah port untuk ruang B.
Fa2/0 (FastEthernet 2/0) adalah port untuk ruang C.


  Saat melakukan konfigurasi DHCP tidak boleh tertukar antara port pada router dengan ruang yang digunakan.
Konfigurasi DHCP
Tabel Subnetting :
Ruang A
Subnet Mask
Network ID
Ip Valid Pertama
Ip Valid Terakhir
Broadcast
255.255.255.128
192.168.10.0
192.168.10.1
192.168.10.126
192.168.10.127
Ruang B
255.255.255.192
192.168.10.128
192.168.10.129
192.168.10.190
192.168.10.191
Ruang C
255.255.255.192
192.168.10.192
192.168.10.193
192.168.10.254
192.168.10.255

Ip address = (ip valid pertama) (subnet mask) tiap ruang
Default router = ip valid pertama tiap ruang
Network = (network id) (subnet mask) tiap ruang
Dns server = ip valid pertama tiap ruang

     1. Setting IP Address Router DHCP Server
Klik Icon Router DHCP Server, Pilih Tab CLI dan masukan perintah berikut :

enable
configure terminal
hostname DHCP-server
interface fastEthernet 0/0
ip address 192.168.10.1 255.255.255.128
no shutdown
exit

     2. Menentukan nama pool (jalur), default router, network id dan dns, masih didalam DHCP Server yang sama masukan perintah berikut :

Ip dhcp pool Ruang_A
default-router 192.168.10.1
network 192.168.10.0 255.255.255.128
dns-server 192.168.10.1
exit

      3. Setting DHCP excluded Address
Untuk Mengatur Range IP yang tidak akan digunakan didalam jaringan. Karena ruang A terdapat 100 pc dan ip host valid ada 126 pc, maka 126-100 = 26 pc yang tidak terpakai. Disini kita meng-excluded kan range ip 192.168.10.1 192.168.10.26
Masukan perintah berikut :

ip dhcp excluded-address 192.168.10.1 192.168.10.26
exit
copy running-config startup-config


Klik pada komputer di lab A, pilih dekstop -> ip configuration. Kemudian ganti static menjadi dhcp, secara otomatis ip address, sebnet mask, default gateway, dns server konfigurasi terisi di komputer.



Lakukan cara setting yang sama kedalam ruang B dan C, ganti default router, network id, dns server sesuai dengan tabel subnetting.


EmoticonEmoticon